Total Tayangan Halaman

Sabtu, 16 Maret 2019

Okupasi Terapi


Pengertian
Kata okupasi terapi berasal dari bahasa Inggris “occupational therapy” yang terdiri dari dua kata: occupation dan therapy. Occupation berarti pekerjaan dan therapy berarti pengobatan. Okupasi terapi dapat diartikan sebagai pengobatan kerja. 
Singkatnya okupasi terapi adalah ilmu kesehatan yang menangani orang mengalami gangguan fisik, daya pikir, dan/atau mental melalui pemberian aktivitas yang bermanfaat sehingga mereka dapat mandiri dalam kehidupan sehari – hari.
Kondisi yang membutuhkan okupasi terapi

1. Tumbuh Kembang
Pelayanan okupasi terapi pada gangguan tumbuh kembang antara lain:
a. membantu anak meningkatkan kemampuan menulis.
b. memodifikasi sarana bermain anak agar lebih aman.
c. melatih kemampuan anak untuk bersosialisasi.
2. Usia Lanjut
Pelayanan okupasi terapi pada lansia antara lain:
a. memodifikasi lingkungan rumah untuk mencegah kemungkinan jatuh.
b. membantu lansia untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
c. melatih lansia cara menggunakan alat transportasi umum.
3. Kesehatan Jiwa
Pelayan okupasi terapi di kesehatan jiwa antara lain:
a. membantu klien untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang disukainya.
b. melatih klien mengatasi amarah atau kecemasan.
c. membantu klien kembali lagi di lingkungan pekerjaan
4. Rehabilitasi Fisik
Pelayanan okupasi terapi pada rehabilitasi fisik antara lain:
a. melatih tata cara menggunakan kursi roda pada klien dengan cedera tulang belakang.
b. memodifikasi peralatan memasak pada klien dengan gangguan sendi.
c. mengajarkan tata cara berpakaian pada klien pasca amputasi anggota gerak.
5. Industri & Kerja
Peran okupasi terapi dalam rehabilitasi kerja dan industri antara lain:
a. memeriksa kemampuan fungsional klien.
b. melakukan simulasi pekerjaan sesuai kemampuan klien.
c. memberikan rekomendasi pekerjaan pada pihak manajemen perusahaan tempat klien bekerja.
Pendidikan okupasi terapi
Untuk menjadi seorang okupasi terapis, anda diharuskan untuk menyelesaikan pendidikan minimal setingkat diploma tiga (D3) dari perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Di bawah ini adalah perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan okupasi terapi di Indonesia:
1. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta (Poltekkes Surakarta)
Jurusan Okupasi Terapi di Poltekkes Surakarta merupakan lanjutan dari Akademi Okupasi Terapi Surakarta (AOTS) yang terbentuk tahun 1994. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Surakarta sendiri terbentuk pada tahun 2002 yang merupakan gabungan beberapa akademi kesehatan di wilayah Surakarta. Jurusan Okupasi Terapi di Poltekkes Surakarta merupakan jurusan okupasi satu – satunya yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan.
Alamat: Jl. Letjend Sutoyo, Mojongso, Surakarta 57127
website: http://www.poltekkes-solo.ac.id
Telp: (0271) 856929
Faks: (0271) 855388
2. Universitas Indonesia (UI)
Program Studi Okupasi Terapi di Universitas Indonesia (UI) didirikan pada tahun 1997 dan merupakan pendidikan okupasi terapi ke-2 di Indonesia serta menjadi pendidikan okupasi terapi satu – satunya yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada awalnya program studi ini berada di bawah Program Diploma 3 Fakutas Kedokteran Universitas Indonesia (D3 FKUI). Namun mulai tahun 2008 UI mengelola program diploma 3 secara terpusat dan dinamakan Program Vokasi UI. Saat ini program okupasi terapi di UI berada di bawah Vokasi Kedokteran (Vokked).
Alamat: Kampus UI Depok 16424
website: http://www.vokasi.ui.ac.id
Telp : (021) 29027481, 29027482, 29027483
Faks: (021) 29027480

Tidak ada komentar:

Posting Komentar